Jumat, 30 Januari 2015

Kebahagian November Bagian II



 Baru sempat meluangkan waktu ketika di Lampung untuk menulis kebahagian November Bagian II. Setelah direnungan peristiwa ini bukan hanya sebuah kebahagiaan tetapi juga suatu ujian dan naik kelasku untuk melangkah lebih tinggi lagi.

Di satu sisi menunggu saat peristiwa wisuda adalah hal yang membahagian di mata orang lain
tetapi di mataku sendiri adalah ini ujung dari perjuanganku selama empat tahun di kota Ciputat ini. Terakhir presentaiku sudah sejak Juli, tepatnya pada taggal 17 Juli 2014 aku dinyatakan sudah menyandang S-1 dengan mengikuti sidang S-1 yang diuji oleh Dra. Hindun, M.Pd dan Dr. Nuryani, M.A. senang rasanyasemua berjalan dengan lancar karena hasil jerih payah setelah bimbingan aku bisa menjawab dan memberikan seuah penelitian baru pada bidang linguistik. Memang masih banyak kekurangan di sana- sini sehingga jangan senang dulu setelah selesai sidang masih ada tanggung jawab yang berat untuk merevisi dan berkonsultasi dengan kedua penguji agar menghasilkan skripsi yang layak baca. Sekarang, yang membuatku bersemangat adalah ketika aku melihat skripsiku di hardcover membacanya kembali ternyata banyak yang muncul berbagai pertanyaan kembali mengeni analisisku hal tersebut didorong oleh pertanyaan tema-teman di grup PBSI B 2010 yang menanyakan mengenai proses morfofonemik, ta sabar aku ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.


Lulus setelah sidang tanpa adanya ceremonila atau wisuda sepertiya beum pas untuk sebuah kelukusan ini. Aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjaku yang sudah hampir 3 tahun aku di sana, karena kurangnya saya memgalami perkembangan dalam segi pribadi dan profesinalisme itulah alasan utamanya. Kemudian fokus untuk membantu jurusan PBSi yang mengadakan Seminar Interasional pada 4-6 November 2014, setelah itu keluargaku datang pada tanggal 7 November karena tangga 8 November 2014 adalah sejarah penting bagiku, yaitu hari aku wisuda tepatnya “Wisuda UIN Jakarta ke-94”. Acara berlangsung khidmat dan baru pertama kalinya wisuda di kampusku ini diadakan tiga kali, hal tersebut dikarenakan jumlah wisudawan hampir 2.000 orang. Aku berangkat lebih awal dari keluarga, tepat pukul 06.00 aku sudah berada di depan gedung rektorat. Belum banyak yang berkumpul ternyata padahal aku memilih untuk berangkat daripada sarapan terlebih dahulu. Kemudian keluargaku menyusul pada pukul 07.30 WIB, aku memasuki gedung pada pukul 07.00 dan acara dimulai pada pukul 08.15-11.00 WIB. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan berdampingan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendengarkan pesan-pesan dari rektor Prof. Komaruddin Hidayat, warek serta dekan.

Auditorium Harun Nasuition inilah yang menjadi saksi aku masuk pertama kali 4 tahun yang lalu ketika di orientasi dan mendapatkan ucapan selamat datang dan selamat belajar. Dan tak pernah kulupa aku maju untuk mendapatkan buku dan mengucapkan ikrarku untuk lulus tepat pada 4 tahun, menjadi wisudawan terbaik, dan cita-cita ingin mengabdi pada bangsa dan negara serta mendirikan yayaysan pendidikan. Alhamdulillah ikrar tersebut sudah kuwujudkan untuk orangtuaku tercinta. Aku lulus di 4 tahun, delapan semester, dan dengan menyandang kumlaude wisudawan terbaik. Terimkasih Umi dan Abah atas segala doa, dukungan, dan seluruh fasilitas yang diberikan pada wulan. Adik-adikku semoga ini menjadi contoh untuk kalian dan kelak akan menjadi sarjana. Amin.


]Tak lupa teman-teman seperjuanganku Nuning Sintya Defa, Nur Azizah, dan Zakiatunnisa yang menemani selama 4 tahun masih mau berbagi, berkumpul. Seluruh teman-teman angkatan 2010 juruan Pendidikan Bahasa dan Sasatra Indonesia. Untuk yang terluarbiasa adalah segenap dosen-dosenku di PBSI yang telah memberikan ilmu, berbagi ilmu, dan menjadi contoh bagiku terutama kedisiplinan, ketekunan, dari Pak Djoko Kentjo dalam ilmu Linguitik yang membuat aku    tertarik di bidang tersebut.


Kebahagiaaan tersebut legkap dengan datangnya nenek yang sudah tidak beretemu selama 5 tahunan dan menemani di rumah Ciputat sampai di hari wisudaku. Tak menunggu hari esok tetapi setelah isya rencana kami sekeluraga mengantar nenek ke Tegal dan memutuskan untuk mengantar Muhammad Faiz Prawiro Negoro terleih dahulu ke Bekasi yang kebetulan memang satu jalur tol ke Jawa shingga tinggal keluar tol dan sampai di rumahnya. Setelah hapur satu jaman di sana tepat pukul 22.00 WIB kami pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Tegal, melelahkan namun sangat menyenangkan karena bisa bersama sekeluarga walaupun kurang Afwan dan Adis.

Pukul 06.00 WIB pagi aku sudah tiba di Tegal, di sambut dengan jalanan berkabut dan mulai dingin (atis bahasa Tegalnya) hehehehe.... seharian beristirahat dengan selimut namun sebelumnya mandi dan beres-beres.


Waktu tak terasa sore ari tiba dan kami memutuskan untuk mengunjungi rumah saudara-saudara dan kemudian malamnya menu wajib di Tegal adalah “Sate Balibul”, rekomendasi untk yang berkunjung. Sate balibul ini menyediakan sate kambing yang sangat empuk karena kambing nya masih dibawah umur 5 bulan. Lumayan lama menunggu si balibul ini karena memang sangat antri da rame sekali apalagi hari ini hari minggu. Kesetiaan menunggu dibayar dengan enaknya balibul mantap. Hehehehe.


Keesokannya, pagi pukul 06.00 kami sudah jalan menuju gucci, tempat pemandian air panas yang terkenal di Tegal, pemandangan selama perjalanan sungguh indah hampir seperti puncak namun daerah ini tidak didominasi dengan kebun teh namun kebun sayuran, bukit-bukitnya pun seperti puncak, suasana dan dingginya sama apalagi jalannya yang berkelok-kelok dan menanjak. Tapi sudah banyak berubah banyak dijadika pinggir-pinggir jalan untuk penginapan dan villa-villa. 25 menit perjalanan akhirnya sampai di pemandian air panas Gucci, karena masih pagi dan hari senin parkiran dan Gucci searasa milik sendiri. Heheheheh









Mandi dengan air panas yang langsung dari gunung slamet, di bawah air terjun yang sangat dingin, bermain dengan adik-adik, berenang, mandi, dan akhirnya piknik dipinggir jalan sekeluarga. Momen yang takkan terulang dua kali dengan keluarga, kenangan, kemesraan, kebersamaan. Aku bahagia. Terimakasih Tuhan :)





Perjalanan ke Taman Kota Waduk Pluit



Jumat, 4 Januari 2015 awalnya berniat untuk membeli barang di Harco Mangga Dua, perjalanan yang cukup menyita perhatian karena di sepanjang jalan mangga dua sungai meluap ke kanan dan kiri, sebagian besar sudah di tinggikan dan tampak segerombolan serta terlihat tim SAR dan polisi di tempat tersebut membuatku memperlambat kendaraan, ternyata ada kejadian anak. Tenggelam di sungai tersebut. Memang seperti tak dalam namun sungai yang tinggi membuat kedalaman sungai mencapai 3-5 meter.
Setelah itu, saya tetap meneruskan perjalanan sampai di harco sudah lumayan ramai walaupun ini hari-hari yang masih berhawa liburan. Singgah dari satu toko ke toko yang lain dengan bertanya, menawar, dan sebagainya. Tak menemukan proyektor di rata-rata 3,5 an. Standar semua harga sekarang sudah 4 jutaan. Setelah menemani shalat jumat, akhirnya dia mengajak ku berkeliling ke tempak yang belum pernah ku kunjungi.
Awalnya binggung karena memamg baru pertama ke sini, yah tepatnya dari harco lurus terussss sampai di pluit kalau diteruskan bisa sampai Muara angke. Heheheheh. Lumayan jauh hampir 1 jam kami sampai di taman kota waduk pluit. Terlihat air tenang terhampar luas, di sebalah kiri menjulang tinggi rusuh (rumah susun) yang dibangun oleh gubernur Jakarta sebagai alokasi warga yang tadinya mendirikan rumah di sekitar waduk. Tapi di sebalah ujung kiri saya melihat masih ada beberapa rumah yang berdiri di pinggir waduk., bertahan dengan rumah alakadarnya.
Siang hari dengan awan mendung melihat hamparan waduk Pluit dari taman kota waduk pluit yang baru selesai dibangun, taman yang begitu luas yang bayak pengunjung dan terdapat taman hiburan (pasar malam), dikelilingi taman yang ditaman dan diberikan penyanggah memang belum terlalu rimbun dan teduh karena baru selesai di bangun. Tidak ketinggalan pemandangan kaki lima pun bejajar sepanjang jalan dekat dengan parkiran. Dan yang menarik adalah ada beberapa orang yang menyewakan skuter, sepeda matic, dan motor matic. Tidak sedikit keluarga yang menghabiskan sore ini di taman kota waduk pluit, kebersamaan, menemani buah hati dan olahraga joging.
Rintik hujan mengiringiku dengan Muhammad Faiz Prawiro Negoro meninggalkan taman ini, lelah dan memang tertidur di jalan tidak menemanimu berkendara. Hehehehe..... Baru sampai di sekitar daerah Senen hujan deras menghentikan perjalanan selama sejam dan dihabiskan di pinggir jalan bersiteru dengan cumi tentang hal-hal yang bodoh dan itulah yang buat kangen setiap kali jauh. Setelah reda, yang tak boleh dilewatkan adalah “Rujak Cingur”, dipinggir jalan ada kedai Ruja Cingur, Tahu Campur yang sangat ramai dan enak jika tidak awal ke sini maka akan kehabisan rujak cingurnya. Buktinya, aku sudah hampir 4 kali ke sini baru kali ini mendapatkan rujak cingur karena memang datengnya jam 17.00, heheheheh.......
Rasa rujak yang benar-benar mantap, cingur yang lembut dan kenyal serta sayuran dan lontong yang melengkapi membuat ingin tambah dan tambah lagi. Hehehehe..... Makanan khas Jawa Timur ini dihargai sebesar Rp 20.000,- untuk satu porsi. Tempat lumayan bersih dan pelayanannya cepat serta efeknya satu porsi buat kenyang banget dan lidah bener-bener dimanjakan dengan bumbu rujaknya. Melanjutkan untuk pulang istirahat dan alhamdulillah sampai pada waktu magrib.

Selasa, 06 Januari 2015

Silaturrahmi dengan Sahabat Lama



Hikmah dari silaturrahmi salah satunya adalah memperpanjang umur. Saya sangat setuju dengan ungkapan tersebut karena sabtu kemarin saya bertemu teman yang empat tahun lalu bertemu dalam beberapa minggu dalam memperjuangkan pendidikan untuk masuk ke salah satu universitas negeri. Beberapa minggu memang tak lama namun kami sudah saling mengenal karena tinggal bersama, belajar bersama, hingga selesai ujian selama dua hari.

Nia, salah satu temanku ini adalah tipikal yang sangat suka bercerita apapun, bercerita yang menurutnya menarik dari satu topik ke topik yang lain. Semangatnya dalam berjuang dan membahagiakan orang tua sebagai anak terakhir tak bisa diremehkan dan perlu kita contoh. Kunci yang utama dia lakukan adalah berkomunikasi dengan kakak-kakaknya, dia menggerakkan mereka untuk mengurus umroh untuk orang tua, mengajak jalan, dan selalu memberikan yang terbaik selama orang tua masih ada.
Tak semua yang kita lakukan benar namun jika dilakukan dengan tulus selalu ada kebenaran yang diakui- Wulandari Nur Fajriyah
Itulah yang aku dapat bahwa adanya rasa tulus serta ikhlas dapat bermanfaat untuk orang banyak. Tak gampang namun apa salahnya belajar untuk memulai melakukan. Jika ditanya memulai dari mana jawabannya adalah memulai dari yang biasa kita lakukan semua dengan lebih memaknai hal tersebut.
Syifa, gadis mungil dan putih ini berjuang di tahun berikutnya untuk masuk universitas kembali. Perjuangan, kesabaran, dan usahanya membuahkan hasil dengan masuk jurusan sejarah kebudayaan islam. Tak banyak bercerita namun pendengar yang baik, sesekali berbicara, mengutarakan pendapat atas sesuatu.
Tak banyak yang kutahu tentang nya karena sudah lupa-lupa ingat juga. Hehehehe. Yang jelas walau mulutnya tak berbicara matanya banyak berbicara ada sebuah celah yang tak banyak diceritakan, ada tatapan menahan dan penasaran. Warna mata itu akan selalu kuingat bukan tatapan biasa namun dingin, ya tatapan dingin hingga menatapnya pun aku berpaling. Atau memang sampai sekarang aku tak berani menatap siapapun itu lebih dari 5 detik.
Lalu bagaimana bisa silaturrahmi dapat memperpanjang umur? Tentu bisa, dengan bertemu orang yangbkita kenal, bercerita, tertawa, berkunjung ke tempat baru, berbagi pengalaman dan cerita serta dapat membangkitkan gairah kita bercerita dan saling berbagi.
Walaupun hanya sebentar silaturrahmi ini, semoga akan terkenang dan berkesan untuk diri kita masing-masing. Kita memilki latar belakang yang beda dari segi apapun tapi aku yakin kita memiliki tujuan dalam hidup. Penilaian ini dalam kacamataku mengenai pertemuan kita kembali setelah empat tahun tak bertemu. Banyak perubahan karena memang sejatinya hidup memang dinamis.
Selayaknya orang yang bertemu kami bertiga bertemu di satu tempat yang telah disepakati, Bintaro Plaza. Tepat jam 13.00 kami bertemu dan ngobrol sebentar setalh itu memutuskan untuk makan di Warung Tekko, pesan dua menu, yaitu iga asam-asam dan ikan goreng nila ukuran medium sangat ideal dan pas sekali untuk kami bertiga. Makanannya pun rasanya tidak membuat kecewa, enakkkkk.... mungkin karena pengaruh laper juga yah karena sudah waktunya makan siang. Heheheheh.... Jadi, kalau ke tempat ini jangan lupa pesan iga untuk bahan andalannya. Iga diolah berbegai bentuk, karena kami suka kuah maka kami pesan iga asam-asam  yang penuh kuah dan ada 5 iga di dalamnya dengan tomat dan nanas membuat terasa lebih segar.
Setelah kenyang kami berkeliling di lantai tiga dan foto box, ingat zaman SMA dulu jadinya. Heheheh. Melihat aksesoris yang lucu di tempat tersebut akhirnya kita foto dengan beberapa gaya. Jumlah gaya menentukan harga, semakin banyak gaya maka semakin mahal pula. Kami mengambil 9 gaya langsung cetak tiga dan dilaminating, harganya setaip orang membayar 12 ribu.
Hujan deras sore itu menahan kami kembali ke rumah, kemudian kedua temanku jajan dan kami shalat setelah itu berkeliling dan tepat azan magrib aku sampai di rumah bersama temanku Nia, syifa pulang langsung ke rumah tidak ikut dengan kita karena aku akan segera diculik bermalam di rumah Nia, Tangerang Kota. Kedua kalinya nih aku ke sana, yang pertama saat semester awal dan sekarang menjelang akhir liburan.
Perjalananku d Tangerang juga sangat menarik ada beberapa kejadian yang sangat berkesan, di cerita selanjutnya akan saya ceritakan.

Semoga silaturrahmi ini bisa kita sambung lagi, sukses untuk kalian.Barakallah.~


Kamis, 01 Januari 2015

Kuliner Enak di Ciputat

Kali ini saya, Wulandari Nur Fajriyah akan meriview mengenai kuliner, lebih tepatnya saya akan menjelaskan beberapa jenis makanan yang sudah saya jelajahi. Beberapa jenis makanan tersebut memilki rasa dan penilaian yang berbeda-beda dilihat dari rasa, harga, dan tempat. Dari ketiga penilaian tersebut ada beberapa yang menurut saya paling enak dan rekoemndasi bagi para penjelajah kuliner khsusnya yang baru tinggal di seputaran Bintaro, Ciputat, dan Pondok Cabe.
Langsung yuk simak jenis makanan, berikut:
1.       
       1. Nasi Goreng

     Sejak bekuliah 4 tahun yang lalu di UIN Jakarta menjadi kebiasaan makan nasi goreng sebagai menu makan malam. Dan saya merasakan masa di mana nasi goreng dari harga rata-rata 8.000-10.000 sekarang.

a.     Untuk yang melihat kuantitas pilih nasi goreng di samping masjid Fatullah, nasi goreng depan Fatullah, nasi goreng BBS Legoso, nasi goreng depan IMM Ciputat, nasi goreng pasar Ciputat, nasi goreng keliling. Tempat di pinggiran jalan, kebersihan lumayan dan harga 10.000-.
b.   Untuk yang memilih kuantitas dan lebih enak di bandingkan poin (a) artinya rasanya lumayan maka bisa mencoba nasi goreng gila Kertamukti, nasi goreng semanggi, nasi goreng arah alfamart Legoso, nasi goreng kambing Pak Dadi. Tempat lumayan seperti di ruko-ruko. Harga nasi goreng tersebut bervariasi mulai 10.000 – 20.000-.
c.   Untuk yang mementingkan kualitas dapat memilih nasi goreng depan Alfamidi Legoso, nasi goreng Mas Eko depan Sashmira Ciputat, dan nasi goreng daun sirih Pamulang. Sebenarnya nasi goreng Alfamidi Legoso dan nasi goreng Mas Eko ini porsinya sangat pas dengan saya sebagai perempuan. Sedangkan nasi goreng daun sirih ini sudah tidak diragukan lagi rasanya dan sudah memilki banyak cabang di Indonesia.  Harga yang ditawarkan untuk nasi goreng ini mulai 13.000 – 30.000-.

    Pilihan untuk jenis nasi goreng banyak dari mulai yang biasa hingga nasi goreng jagung, sosis, kambing, ikan asin, campur, sayuran, dan gila yang dicampur beberapa kombinasi sosis, ayam, bakso, ati ampela, telor dan sebagainya. hal tersebut disesuaikan dengan selera dan kantong juga yah.

   Baru sebulan yang lalu saya mencoba nasi goreng Rempah Mafia tepatnya di Bintaro, arah mitra 10 dan samping CFC. Nasi goreng ini diperuntukan untuk yang suka pedas dengan level yang berbeda-beda mulai dari satu cabe hingga 100. Saya mencoba nasi goreng bumbu rahasia mafia yang pedas dan nasi goreng ebi dengan cita rasa asin dan gurih. Nasi goreng ini dihargai mulai 18.000 – 25.000,- bisa dengan tambahan telor dan kikil. Kalau saya sih suka pakai kerupuk :))
      Penampakan nasi goreng mafia
     
   
    Dan yang perlu diketahui atau memang sudah tau yah, setiap tempat nasi goreng tidak hanya menjual satu produk saja nasi goreng tapi menjual mie goreng atau rebus, kwetiau (mie yang lebih tebal dari mie biasanya)

2. Soto

    Hobi makan dengan kuah, kalau gak pakai kuah rasanya kurang enak dan seger makanan ini bisa menjadi solusinya guys. Makanan soto ini sangat bermcam-macam sekali kuahnya dan berpengaruh pada rasanya juga. Umunya soto di sekitar UIN menggunakan ayam dan ada tambahan memakai nasi atau tidak sesuai dengan selera. Sambel, jeruk nipis, kerupuk, usus, telor bisa menjadi sandingan makanan ini. Kalau saya sih minta tambahan ceker dan sayap di tempat langganan. Heheheh :D
   Sama seperti nasi goreng kebanyakan soto juga buka mulai jam 17.00 – sehabisnya. Tapi ada beberapa yang menjajankan soto di pesanggrahan UIN ketika siang hari sampai sore.

a.       Soto Lamongan
Soto ini berkuah kuning dengan koya yang segar disantap apalagi di musim pengujan seperti sekarang. Rekomenadasi soto lampngan yang enak deket Polsek Ciputat tepatnya disampingnya. Tempatnya enak, sering ada pengamen, dan cepat dilayani walaupun rame dan bisa tutup lebih awal alau laris manis. Soto ini dibandrol kantong anak kuliahan 8.000 – 15.000,-.
b.      Soto kuah bening
Saya beri nama kuah bening karena memang kuahnya bening kalau di samping Uin di depam IMM dan alfamart serta di setiap pecel lele relatif semua rasanya standar dan sama kurang menggugah selera. Biasanya dibandrol harga mahasiswa 8.000 – 12.000. Tapi saya memiliki rekomendasi utntuk kuah soto bening ini adalah Soto Bu Djondro sudah saya temui dua tempat ada di Pondok cabe dekat lapangan terbang Pondok Cabe dan di Bintaro. Harganya dulu 8.000 tapi sekarang naik menjadi 10.000 – 30.000. Tidak hanya menawarkan soto tapi banyak menu lain seperti gudeg, ayam kremes, pece, ikan, ayam, dan sebagainya tapi yang paling enak adalah sotonya. Namanya juga sudah Soto Bu Djondro. Heheheheh.
c.       Soto Betawi
Soto berkuah dengan santan dan kental ini disajikan dengan daging dan relatif lebih mahal. Kalau di sekitaran UIN kurang ada yang mantap gan, yang manatap pernah saya coba adalah di arah pinytu pulang TMII di pinggiran ada soto Betawi lupa namanya sangat mantap dan sudah ada sejak tahun 1970-an. Harganya kurang bersahabat sama mahasiswa harus nabung dulu nh er porsi dibandrol 30.000 – 50.000.
                        
                        Kangen makan soto betawi ih :D



 3. Bakso

      Bakso juga sering diburu oleh mahasiswa, sebenarnya tidak terlalu hobi dengan bakso karena dua kali dalam tahun jadi tukang bakso setaip hari besar Idul Adha dan Idul Fitri, jadi sudah terlalu puasa makan bakso. Tapi tetap saya akan bahas nih.

a.       Bakso terjangkau
Di samping UIN banyak bakso yang terjangkau dari bakso malang yang ada kerupuknya, bakso tek-tek yang pakai sepeda 1 nya 500, bakso tahu ada tahunya, bakso rusuk ada gajihnya, sampai bakso bakar yang ditusuk dan dibakar 1 tusuk dihargai 1.000.
Rasa bakso standar dan hampir semua hanya asin dan pedas (kalau pakai sambal) dihargai 1.000 – 20.000 per-porsi.
Di samping UIN tepatnya di dekat pimtu masuk arah kampung utan ada bakso legendaris yang sudah sejak tahun 1980an sampi sekarang bertahan lumayan untuk dicoba harganya juga sama 10.000.
Sedangkan di sekitar Cirendeu ada baso yang besarnya 1 mangkuk kalau menurut saya rasanya kurang Cuma berani di gedenya saja. heheheheh
b.      Bakso kualtas
Bakso kualitas ini memamng rasanya tiada duanya, saya bisa jamin kalah dengan bakso lapangan tembak senayan, Mr. Bakso. Bakso di Solaria dan sebagainya. Bakso Atom bisa di coba, tanpa menggunakan bumbu tambahan kuahnya sudah berasa dan tanpa adanya pengawet buatan. Sesuai dengan rasanya dan harganya pun setap bakso besar per biji 15.000 dan kecil 7.000, untuk sekali makan berkisar 30.000 – 50.000. namun jangan khawatir disediakan juga pakai hemat sudah dapat kerupukkacang dan teh botol mulai 27.000 – 45.000. Sesuai dengan harganya, tempatya pun bagus dan nyaman sekali untuk mengerjakan tugas. Hehehehe

 4. Mie Ayam

     Bagian ini yang saya tunggu untuk menjelaskannya karena lagi pengen banget Mie Ayam yang paling enak yang pernah ku coba, tempatnya memang jauh ada di Bogor tempatnya di tengah-tengah pasar, tidak akan percaya kalau di sini jadi tempat favorite setiap orang tapi memang begitulah tempatnya tapi rasanya mengalahkan segalanya ternyata. Hehehehe.
Berikut aku list satu persatu agar lebih jelas,

-    Mie ayam keliling standar rasa dan harga 8.000- sama seperti mie ayam di pesanggrahan tapi ada yang berbeda menawarkan seperti mie ramen di sebut mie DP (Dahsyat Pedas) mulai harga 13.000 – 20.000 per porsi. Mie DP ada beberapa level tapi menurutku mie ini penuh dengan MSG dan menyebabkan habis makan tenggorokan sakit lebih baik indomie warteg pesangrahan murah meriah dengan kuah ayam. Biasanya buka dari siang hingga malam.
-         Mie ayam di depan Fatullah standar rasa dan harga 10.000 buka dari siang hingga sore. Mie ayam depan Fakultas Psikologi dan Depan Kampus 2 juga lumayan untuk di coba.
-        Mie ayam dekat samsat ciputat lumayan enak harga 10.000 begitu pula Mie Ayam Donoloya di arah Lgoso mie ini buka dari pagi buta dan jam 12.00 siang sudah habis.


-            

    - Mie ayam tapos depan Lotte Bintaro tempat bagus sesuai dengan rasa juga enak harga mulai 25.000- sampai 50.000,- untuk mie sedangkan ada menu lain seperti seafood dan lainya bisa mencapai 100.000,- Buka dari siang hingga malam.



   
-          Dan yang terakhir Mie Appolo dengan mie yang sudah diracik terlebih dahulu, kering dan menggoda selera serta rasa enak di bandrol 20.000. Rekomendasi untuk yang berkunjung ke bogor. Buka dari siang sampai habis Cuma beberapa jam saja.

    Suasana dan tempat Mie Apollo nih, nyata bukan di tengah pasar :)) 
    Dan Mie nya yang selalu ku rindukan, darigamarnya aja udah menarik bukan?












        5. Ketoprak

    Makanan dengan lontong, mie, togek dan beberapa sayuran ini juga digemari saaat malam tiba, jadi ada beberapa referensi makanan untuk makan malam agar tidak bosen makan. Ada dua alternatif tempat gado-gado yang tidak boleh terlewatkan nih kalau di Legoso, yaitu:

-          Ketoprak Setan
Kalau ke Ciputat belum coba makanan ini belum afdol sepertinya. Jangan pernah mencoba sendirian karena ketoprak ini bka tengah malam dari jam 21.00 – habis biasanya jam 02.00 dini hari. Antrian yang sangat panjang dan saingan dengan laki-laki. Tahu kenapa? Karena setaip porsinya bisa untuk 3 orang laki-laki dan 5 perempuan. Heheheheh. Soal harga jangan ditanya dulu 6.000 dan sekarang 7.000. dan rasanya juga tak kalah dengan yang lain bukan berarti banyak tapi bumbunya kurang. No yah. Siap untuk mengantri Ketoprak Setan? Datang langsung di arah Legoso, tepatnya di dekat SMA/SMK Nusantara.
-          Ketoprak kulitas harga dan porsi pas
Ketoprak ini saingan dengan ketoprak setan namun harganya lebih mahal ini Rp 8.000 per- porsi namun kememnagna ketoprak ini menyajikan tahu yang di goreng dahulu jadi anget dan jadi pelayanannya dan ngantrinya agak lama yah. Bertepat di depan Molek Legoso ketoprak ini juga huka sama seperti ketoprak setan. Jadi, pilih yang mana guys?

Ketoprak Langganan semakin banyak nih porsinya.


6. Gado-gado

    Makanan khas betawi ini kudu dicoba nih, sama seperti namanya gado-gado, yah isinya juga gado-gado, yaitu tahu, tempe, jagung, pare, kangkung, kacang, togek, dan lainnya campur dah jadi satu namanya gado-gado. Beberapa rekoendasi gado-gado di sekitar Ciputat yang terjangkau dan enak.

-          Gado- gado depan IMM
Kulitas rasanya enak tetapi untuk harga dan porsinya tidak stabil. Porsinya semakin dikit dan harganya sudah 10.000.
-          Gado-gado depan Asrma Kedokteran UIN
Langganan saya dari dulu mulai 7.000 sekarang naik menjadi 9.000 dan saya kaget karena porsinya bisa berdua dengan adik laki-laki.
-     Gado-gado depan rumah saya di Perumahan Pondok Hijau juga enak tapi lumayan harganya 8.000,-

7. Jajanan Ringan 
     
   Jajanan ringan di sini buat yang males makan dan jajan yah kalau udah makan jajan namanya ngabisin uang. Hehehehe. Kenapa? Karena harga jajanan bisa sama atau lebih dengan makan loh. Misalnya, somay depan fatullah 6.000 per-porsi, enak deh. Bakso tusuk, tahu genjrot mulai 3.000, gorengan, tahu bulat 2.000 tiga, buah dari harga 1.000, cilok ada yang tiga seribu dan ada juga yang satu 5.000, burger dan kebab 5.000 – 20.000, susu jahe 3.000 – 5.000, nasi kucing, martabak, dan banyak lainnya.

   Jika ingin menikati jajanan ringan alias berat ini bisa langsung menuju pesanggrahan dan masjid fatullah.

8. Warteg
    
    Alternatif terakhir kuantitas dengan harga pas warteg, beberapa warteg yang pernah saya jelajahi, yaitu:

-          Warsun (Warung Sunda)
Rekomendasi untuk akhir bulan dan menawarkan banyak jenis makanan serta sayuran dengan rasa yang lumayan. Mulai dari ruko yang semput hingga sekarang luas tepatnya berada di dekat SMA/SMP MP UIN. Sekali makan mulai 5.000 – 12.000 per-porsi. Saya rekoemndasikan warteg ini karena masak dua kali dalam sehari dan pasti habis jadi besok masak baru lagi, karena saking ramenya. hehehehe
-          Warteg di dekat Aula Insan Cita dan Pesanggrahan
Warteg ini bisa juga jadi alternatif namun rasanya tidak terlalu nendang, yang direkoemndasikan adalah coba kentang bumbu balado yang diiri tipis enak dan buat berkali-kali makan. Heheheh. Harga mulai 5.000 – 15. 000 per-porsi.
-          Warteg rumahan
Ada dua alternatif  (1) di dekat Asrma Putra, tapatnya di belakang ada warteg barokah yang bersih dan rasa rumahan namun harganya lumayan mulai Rp 7.000 – 15.000 per-porsi. (2) Warteg dekat SMK Nusantara dapat jadi pilihan dengan rasa yang nendang dan murah meriah seperti harga warteg umunya 5.000 – 15. 000 per-porsi.
-          Warteg di jalanan
Banyak warteg di jalan arah legoso di pinggir, kampung utan, kertamukti, BBS, semanggi dan lain sebagainya, harganya juga sama 5.000 – 15. 000 per-porsi namun kualitas dan masakan yang selalu di masaka lagi mengurangi gizi dan kurang bersih. Walaupun mau makan murah tapi harus lihat dulu apa yang akan masuk dalam tubuh kita dan bagaimana cara mengolahnya adalah poin penting yang harus diperhatikan.

        Sudah legkap dan jelas bukan rekoendasi makanan mahasiswa anak kampus UIN Jakarta. Tinggal pilih dan kalau kurang jelas bisa langsung tanya ke saya. Hehehehe.
        Di bagian selajutnya saya akan bahas rekmoendasi makanan menengah yang dapat di coba sekali-kali :D


Sabtu, 29 November 2014

November Bahagia Bagian I

Merangkum momen terindah di bulan november

Asslamualaikum.

Selamat sore blogger sudah lama rasanya tidak berbagi pengalaman di setiap keping kehidupanku ini. Ada beberapa momen terindah dalam hidup yang belum aku bagikan dan abadikan dalam blog ini. Walaupun sudah berlalu tapi ingin aku ceritakan.


      4-6 November 2014
Hari yang bersejarah untuk ku dan dosen-dosen PBSI karena acara yang kami persiapkan dari bulan 4 bulan yang lalu berlangsung. Bukan hanya bagi jurusan kami tapi bagi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mengapa? Karena jurusan kamilah yang pertama membuat acara internasional. Dengan mengusung tema “Pendidikan Berbasis Keragaman Budaya: Sumbanagan Bahasa dan Sastra Indonesia.  Kami mengundang pembicara kunci: Pak HAR Tilaar diacara pembukaan itulah beliau menyampaikan mengenai pendidikan berbasis multikulturalisme.

Dari awal aku menjadi tim humas bersama Bu Novi dan Arul, mempublikasikan melalui media sosial dan cetak kemudian menjai narahubung dengan para peserta. Namun pada acara H saya ditugaskan menjadi LO Pak James tepatnya Pak James T Collins.
Hari pertama Selasa, 4 November jam 08.00 saya sudah siap bersama Pak Abbas dan Kak Silvi menjemput beliau di Bandara Soekarno Hatta. Kedatangan beliau jam 11.15 kami sudah sampai sejak jam 10.00, reat sejenak di salah satu restauran bandara kemudian jam 11.00 kami siap di pintu kedatangan.

Dengan inisiaf saya, saya coba menghubungi beliau dan beliau menjawab seketika bahwa pesawat sudah turun di bandara Soekarno Hatta. Aku dan Kak Silvi cukup binggung karena ada dua pintu kedatangan dari luar negeri ada di pintu D dan E.
Menunggu cukup lama di pintu D yang muncul hanya beberapa orang saya langsng berlari ke pintu yang satu lagi, pintu E. Tak lama saya melihat sekiar sangat padat dan ketika membalikkan badan dengan bermodalkan kertas bertuliskan James T Collins, seorang pria bertumbuh besar dan tinggi mendorong trolli berkata, “Itu Saya”. Rasanya air muka ini tak bisa dibendung rasa senang dan lega, “Alhamdullillah, akhirnya sukses penjemputanku hari ini”. Kemudian aku hubungi Pak Abbas untuk menuju ke bagian E dan menghubungi Kak Silvi untuk segera ke bagian E. Sembari kami berdua menunggu kami berbincang-bincang mengenai perjalanan beliau dan ternyata Pak James sudah dua kali berputar mencari ku di pintu kedatangan. Beliau orang yag ramah, lancar menggunakan bahasa Indonesia.
Tanpa menyia-nyiakan waktu kami bertiga Kak Silvi, Pak James, dan aku foto bersama di bandara sebagai bukti pada panitia lain bahwa Pak James sudah tiba dan dijemput.

Terlintas dipikiranku, Pak James asal dari Amerika bisa bergelut mengenai bahasa Melayu dan bahasa Indonesia mengerti sejarah dan kebudayaan kami, bukan hal yang biasa namun sangat luar biasa. Mungkin pengetahuanku dan kita semua belum megetahui secara pasti bahasa kita rumpun apa, berasal dari mana, dan bagaimana sejarahnya? Tapi Pak James mau mendedikasikan pemikiran dan hidupnya sebagai peneliti sejarah bahasa Melayu dan Indonesia.

Perjalanan menuju penginapan Pak James sangat lancar, tepatnya di Hotel Keraton Lebak Bulus hanya menempuh waktu 45 menit. Sampai di hotel jam 13.40, kami semua beristirahat sejenak termasuk Pak James di kamarnya. Kemudian memesan makan siang di hote dan makan bersama. Satu hal yang tak pernah saya lupakan dari beliau adalah beliau sangat menjaga makanan. Beliau makan nasi goreng dengan catatan tidak pakai bakso, tidak pakai sosis, dan tidak pakai nugget sampai makanan ringan seperti risoles dan kue-kue pun beliau tidak makan sehigga dilimpahkan ke saya. Hehehehe

Beliau makan paling cepat selesai, aku belum selesai makan dan yang lain kemudian datang Pak Yapaar Saleh dari Malaysia dengan Istri beliau yang cantik dan murah senyum. Kami menyambut dan menyediakan tempat untuk istirahat dan memesan makanan. Cukup terheran dengan Ibu Yapaar yang bersaliman dengan tangan halus dan wajah putih berseri serta halus sekali. Esoknya aku bertanya apa resepnya ternyata beliau sejak kecil menggunakan perawatan alami menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat rambut dan wajah hingga kini.

Hal yang berkesan juga dari Ibu Yapaar Saleh adalah beberapa kali beliau memberikan pembelajaran mengenai budaya yang tidak boleh dilakukan, seperti: Perempuan itu ndak boleh makan pindah-pindah tempat, tidaklah baik. Kemudian, tidak boleh makan sambil membawa kazut (sepatu) itu juga tidak baik.

Nasihat seperti itu yang sebenarnya kurindukan dari negeri in,banyak sekali nasihat dan petuah yang sering diberikan oleh nenek dan buyutku hingga kini. Namun, secara sadar saya mengetahui ilai tersebut semaki lama semakin luntur hingga sudah sedikit sekali yang memberikan hal tersebut.

Pembukaan yang meriah di Audtorium Haru Nasution malam dipadati oleh peserta dan pembicara dari penjuru nasional. Peserta dan pembicara terlebih dahulu disilahkan untuk makan malam kemudian acara pembukaan dimulai pada puku 19.30 dan sangat kecewa hanya bertemu dan bersalaman dengan Pak HAR Tilaar tanpa mendengarkan ceramah dari beliau. Semoga bisa melihat di video nantinya. Amin..

Pukul 20.30 saya mengantar Pak James dan Pak Andy Fuler ke hotel. Pak james yang dari awal mengingatkan saya untuk mengantarnya ke hotel lebih awal kemudian Pak Andy yang berasal dai Australia dan sekarang menjadi peneliti bahasa di Leinden, Belanda kurang enak badan karena tangan kanan beliau terkilir bekas jatuh sewatu di Yogjakarta.

Malam itu, saya bersama Pak Abbas menjanjikan tukag pijat untuk Pak Andy, kemudian tukang pijat tersebut datang dan selama satu jam kami menunggu di bawah.
Pukul 23.00 saya baru sampai di kampus dan acara sudah selesai kemudian saya mengikuti evaluasi dan alhamdulillah dapat makan karena belum makan malam. Hari yang cukup panjang dan mengesankan.

Hari kedua acara Seminar Internasional saya sudah siap jam 07.30 di Syahida Inn. Pak James dijemput oleh Pak Abbas jam 08.00 karena aku menjadi notulensi pleno I dengan pembicara Pak Yaapaar Saleh, Pak Zamzani, dan Pak Andy Fuller dengan moderator Pak Muhbib. Sesi pleno I berjlan lumayan panjang dan selesai diluar jadwal karena acara diskusi baru dimulai jam 08.30. diawali dengan Pak Yapaar yang mengemukakakn mengenai “Pendidikan Sastra dalam Konteks Keberagaman Budaya: Prinsip dan Pendekatan Ke Arah Kemajuan”. Kemudian Pak Andy Fuller membahasa megenai “Penulisan mengenai kota di sastra Indonesia dalam karya-karya Seno Gumira Ajidarma dan Afrizal Malna”. Dan yang terakhir adalah Pak Zamzani yang membahas mengenai “Pendidikan Bahasa dan Sastra berbasis Mutikultural”. Dari pembahasan tersebut anusiasme para peserta untuk bertanya lebih lanjut mengani materi yang disampaikan oleh ketiga pembicara sangat tinggi hingga 10 pertanyaan.

Pada sesi pleno ke-2 pembicara Pak James, Bu Darsita, dan Mbah Sudjiwo Tejo. Pak James menyampaikan makalah beliau mengenai “Keragaman Bahasa dan Kesepakatan Masyarakat: Pluralitas dan Komunikasi”. Kemudian Bu Darsita membahas mengenai “Bahasa Cia-cia untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia”. Kemudian yang terakhir walaupun tanpa makalah Mbah satu ini mengawali pembicaraannya dengan memberikan tanggapan dari kedua pembicara sebelum beliau.

Disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti mengenai seribu satu bahasa yang memilki makna dan cara penyampaian yang berbeda-beda namun membuat suasana gedung mencair dan tertawa menyaksikan dan memahami berbagai pembicaran yang beliau utarakan. Penyampaian yang sederhana serta melalui nyayian dan nada-nada ditembangkan membawa kita santai. Acara selesai jam 12.30 kemudian ISOMA.

Setelah zuhur jam 14.00 acara diskusi paralel berlangsung dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: (1) pendidikan (2) bahasa dan (3) sastra. Dan sudah dipersiapkan 8 kelas dengan kelas bahasa 2, kelas pendidikan 2, dan kelas sastra 4. Hal tersebut dikarenakan makalah dan abstrak yang diseleksi banyak yang membahas mengenai sastra.
Aku dan Pak James mengikuti kelas sastra karena Pak James memeilki urusan dengan Bu Sastri. Di kelas sastra ini sangat menarik sekali, ketiga pembicara membahas mengenai sastra indonesia, ciri lokal dari sastra indonesia. Dua pembicara membahas novel dari minangkabau dan Bu sastri membahas mengenai cerita-cerita lisan yang bersifat lucu atau jenaka yang bisa menjadi materi dalam pendidikan sastra.

Sore, pukul 16.30 saya megantar Pak James ke hotel ersama Kaka Silvi dan Kak Agam sesampainya di sana saya makan terlebih dahulu dan shalat. Setelah itu, berpamitan pulang kemudian Pak James berkata, “Besok tolong antar saya ke bandara dari sini jam 05.30”. dan itu tandanya beliau besok pagi harus pulang, belum ke Malaysia tapi ke Kalimantan untuk menjadi pembicara kembali di salah satu Universitas yang ada di sana.

Esokya pukul 04.00 pagi aku sudah bangun dan bersiap menjemput. Alhamdulillah ada adekku aku langsung minta anter dia ke hotel tersebut. Di sana sudah menunggu Kak Silvi dan Pak Abbas. Untunglah aku masih belum ketinggalan. Akhirnya kita sampai di bandara pada pukul 06.30 kemudian Kak Silvi dan aku memberikan kenang-kenangan pada Pak Jims. Semoga beliau suka dan diancarkan dalam perjalanan. Sehat selalu Pak James. Semoga kita bisa bertemu kembali. Amin.

Untuk selengkapnya acara seminar diabadikan dalam video https://www.youtube.com/watch?v=UyhUK-brdEU&feature=share

*Bersambung*


Rabu, 26 November 2014

Malam ini

26 November 2014, 

Surabi Teras 21.00-22.00

Malam ini

Malam ini aku belajar banyak tenatng diriku bersama teman hidupku. Au tahu bahwa karakter dan sifat ku bukanlah yang sempurna seluruhnya. Aku senang menjadi dominan untuk menceritakan segalanya dalam hidupku terlebih apa yang aku rasakan. Namn akan lebih senang lagi kalau teman hidupku bisa berbagi sesekali dalam waktu menceritakan tentang apa yang dirasakan dan dipikirkan.
Semakin bertambah usia setiap menit hidupku aku semakin gelisah dengan kehidupan yang ada di depan ku, bercampur dengan cita, harapan, dan keinginan. Aku tahu semua itu adalah hasil artinya kta harus menanam mulai dari sekarang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Menanam juga memerlukan segala hal sama halnya dengan kita menanam tumbuhan butuh perawatan, kesabaran, dan ketelatenan. Hal yang aku sadari hingga deti ini adalah “Berusaha dengan istiqomah adalah bakat yang luar biasa.

Terimakasih untuk malam yang indah ini teman hidupku. Rasanya kurang dan tak terasa kita mengobol 1 jam sama seperti kurangnya kopi hitam yang ku pesan malam ini. Masih banyka namun waktulah yang mengharuskan kita untuk sejenak berpisah dan bertemu kembali esok dengan suasana dan pembicaraan yang berbeda.
Terkadang kita tidak sadar setiap pertemuan memiliki arah pembicaraan tanpa direncanakan termasuk malam ini. Namun banyak pula hal yang sudah direncanakan justru malah membuat lupa untuk diungkapkan setelah bertemu. Dan tidak sedikit pembicaraan yang belum diungkapkan sudah terjawab melalui isyarat.
Kita tak pernah boleh merasa takut dan mengkhawatirkan dengan kalimat apa kita awali pembicaraan dan lain sebagainya. Manusia memiliki akal sehingga menggunakan bahasa isyarat atau bahasa tubuh hal tersebut akan tampak dan bisa dimengerti oleh lawan bicara kita.

Entah ini sudah pertemuan keberapa namun semakin lama aku semakin bisa belajar banyak mengenai dirinya namun menatap untuk lebih lama masih menjadi kendala tersendiri bagiku tanpa mengungkapkannya aku yakin dia sudah mengenal aku hampir 4 tahun.
Semoga kebersamaan ini akan terus berjalan dengan lancar, bisa bersama menghadapi segala masalah yang berasal dari diri kita atau dari luar. Memang belum sepenuhnya resmi namun adanya saling mengenal antar keluarga seperinya sudah mengalami kemajuan.
Amin

Selamat malam :D


Kamis, 11 September 2014

Pengumuman Hasil Seleksi Abstrak Seminar Internasional PBSI UIN Jakarta 2014

Salam,

Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Ibu yang telah mengirimkan abstrak ke Seminar Internasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdasarkan hasil review dari tim seleksi abstrak, maka abstrak yang masuk dibagi menjadi 3 kategori. Berikut kami sampaikan 3 kategori yang telah diputuskan oleh tim seleksi, yaitu :
Tabel 1. Lolos prosiding dan presentasi
Tabel 2. Lolos prosiding
Tabel 3. Lolos untuk jurnal.
     Demikian pengumuman abstrak kami sampaikan.Untuk seluruh kategori, kami tunggu tulisan lengkapnya sampai 4 Oktober 2014. Adapun pendaftaran dapat dilakukan dengan membayar via rek. BRI: 0019-01-048500-50-6 a.n. Novi Diah Haryanti. 
     Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan terima kasih. Sampai bertemu di Seminar Internasional PBSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 4-6 November 2014.  
https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif
Salam Takzim,

Panitia Seminar Internasional
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Gd. FITK Lt.5 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Jl. Ir. H. Juanda, N0.95, Ciputat Tangerang Selatan.


DAFTAR ABSTRAK
SEMINAR INTERNASIONAL PBSI UIN JAKARTA

No
JUDUL
PEMAKALAH
INSTITUSI
KONTAK
KETERANGAN
1
Mulok Bahasa Daerah sebagai Potensi untuk Mengembangkan Leksikon Bahasa Indonesia Di Sekolah Menengah
Diana Tustiantina, S.Pd, M.Hum
 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
2
Internalisasi Lokalitas Madura dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Haniah
Universitas Trunojoyo Madura (FKIP/ PBSI)
 Haniah.misya@gmail.com/ 0817-9317-638
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
3
Strategi Membaca Interpretati Berbasis Metakognitif: Implementas iLokalitas dalam Pembelajaran Sastra Indonesia
Ika Mustika
STKIP Siliwangi Bandung
mestikasaja@yahoo.co.id/ (022) 665-8680 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
4
“Koyaka” (Komik Budaya Berkarakter): Media  Pendidikan Karakter Berbasis Sosiokultural dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada Siswa Sekolah Dasar 
Maulida Azkiya Rahmawati
Universitas Negeri Semarang (Mahasiswa)
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
5
 Dongeng Bermuatan Budaya Banyumas sebagai Penghela Nilai Cablaka pada Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Dasar
Meina Febriani
Universitas Negeri Semarang (Pascasarjana)
 meinafebri@gmail.com/ 0857-2621-9145
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
6
Implementasi Lokalitas Budaya dalam Pembelajaran  Bahasa  Indonesia 
Wikanengsih
STKIP Siliwangi Bandung
 wikanengs@yahoo.com/ 0812-2193-579
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
7
Teks Bermuatan Budaya Lokalsebagai Media Peningkatan Kemampuan Literasi dan Pembentukan Karakter Siswa 
Yeti Mulyati, Vismaia S.D, dan Rosita Rahma
Universitas Pendidikan  Indonesia
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
8
Cerita Rakyat Kategori Hikayat sebagai Bahan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar 
Abdul Azis dan Mukhtar 
Universitas Negeri Makasar 
azissa17@yahoo.co.id/ 0813-4360-1777, (041) 522-6886
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
9
Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta
Afiyati Handayu Diyah Fitriyani
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
 Afiati.hdf@gmail.com/ 0856-4202-3658
LOLOS
PRESIDING
10
Pendidikan Kebudayaan sebagai Strategi Persatuan Keragaman Budaya Indonesia 
Johan Aristya Lesmana, S.Pd.
Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FITK/ PBSI)
 0815-8559-4798
LOLOS
PRESIDING
11
Pemilihan Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal
Dr. Hj. Iis Ristiani, S.Pd., M.Pd.
 Universitas Suryakancana Cianjur

12
Model Participatory Multiple Intelligences (PARMI) untuk Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah 
Khabib Sholeh
Universitas Muhammadiyah Purworejo (FKIP/ PBSI) 
LOLOS
PRESIDING
13
Nilai – Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Negeri 5 Menara
Asep Juanda
Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat 
LOLOS
PRESIDING
14
Pembelajaran Multikultural Sastra  Indonesia lewat Pembacaan Interdisplin dan Interagama
Subur Laksmono Wardoyo, Ph.D.
Universitas PGRI Semarang
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
15
Pemakaian Bahasa Indonesia pada Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 
Afiati Handayu Dyah Fitriyani
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
 Afiati.hdf@gmail.com/ 0856-4202-3658
LOLOS
PRESIDING
16
Implementasi Lokalitas Budaya Madura sebagai Salah Satu Kekayaan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Dessy Trisilowaty, S.Sos, M.Si.
Universitas Trunojoyo Madura
i_syahzahra@hotmail.com/ 0813-3431-5307 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
17
Arbitrary and Iconic Meaning of Culture-based Traditional Herbs
Dr. Kunjana Rahardi, M.Hum
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
18
Posisi  Bahasa Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Mengembangkan Leksikon Bahasa Indonesia 
La Ino/ InoMbangi
Universitas Halu Oleo Sulawesi  Tenggara 
 unhalu39@yahoo.co.id
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
19
Peranan Interaksi Komunikasi Masyarakat Adat Lampung Say di Desa Cikoneng Kecamatan Anyar Kabupaten Serang Banten 
Nurhadi
AMIK BSI Tangerang
nurhadi_bsi@yahoo.com
LOLOS PROSIDING
20
Interferensi  Bahasa Minangkabau dalam Proses  Belajar-Mengajar 
Rita Novita, M.Hum.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat
Iesha_one@yahoo.com 
LOLOS
PRESIDING
21
Categorization of Pragmatic Impoliteness Phenomena in Family Domain 
Dr. Yuliana Setyaningsih, M.Pd.
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 
yulia@usd.ac.id 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
22
Leksikon Perbatikan Masyarakat Pekalongan dalam sebuah Peribahasa sebagai Ungkapan Berbasis Kearifan Lokal (Kajian Antropolinguistik)
NurFaetah, S.Pd. M.A. dan Patria AdiLegiono
Universitas Negeri Semarang dan
SETIA AAN Yogyakarta
alfath23@yahoo.co.id/ 0856-2672-488
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
23
Berkomunikasi dalam Dunia Maya (Kajian Budaya dan Karakter Bangsa) 
Drs. Dede Hasanudin, M.Hum.
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
24
Membangun Kebersamaan Melalui Penguatan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Komunikasi, Sosialisasi, dan Promosi Keberagaman Budaya Daerah
Ni Made Dhanawaty
Universitas Udayana
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
25
Campur Kode dalam Proses Belajar Mengajar pada Jurusan Linguistik Universitas Pendidikan Indonesia dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 
Desy Listyaningrum, S.Pd.
Universitas Pendidikan Indonesia
 -
LOLOS
PRESIDING
26
Eksistensi Bahasa dan Budaya Jawa terhadap Perkembangan Leksikon Bahasa Indonesia 
Desy Listyaningrum, S.Pd.
Universitas Pendidikan Indonesia
 -
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
27
Analisis Melemahnya Pengaruh Penggunaan Bahasa Agama dalam Ketaatan Beragama Komunikan Perspektif Pemaknaan
Hery Purwosusanto, S.Sos.I., MA.Hum
UNINDRA PGRI Jakarta 
terussmart@gmail.com/ 0856-8177-418 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
28
Perbandingan Morfofonemik Bahasa Indonesia dengan Morfofonemik Bahasa Jawa Dialek Indramayu: Usaha untuk Mengembangkan Leksikon Bahasa Indonesia dan Mempertahankan Daerah 
Reni Rokhayati
UNINDRA PGRI Jakarta 
lenirokhayati@gmail.com/0877-7402-4344 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
29
Muatan Kearifan Lokal Sunda dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia sebagai Model Pengembangan Kepribadian Mahasiswa di Universitas Padjajaran
R. Yudi Permadi, M.Pd.
Universitas Padjadjaran Bandung
LOLOS
PRESIDING
30
AlihKode Bahasa Indonesia ke Bahasa Minangdalam Keluarga Muda di Padang 
Rita Novita, M.Hum.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat
Iesha_one@yahoo.com/ 0853-6518-0798 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
31
Kedwibahasaan dalam Junior Masterchef Musim Pertama: Kajian Sosiolinguistik 
Prima Hariyanto
Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung 
patriyawhura@gmail.com 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
32
Ungkapan Caci Maki sebagai Wujud Kekerasan dalamTeks Drama Malam Jahanam Karya Motinggo Busye
Farid Ibnu Wahid
 -
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
33
Takmilah: Membangun Teori Sastra Islam di Indonesia 
Asep Supriadi
Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
34
Kekayaan Lokal Batik Tionghoa sebagai Cermin dalam Pengembangan Sastra Indonesia 
Prof. Dr. Bani Sudardi, M.Hum.
Universitas Sebelas Maret Surakarta
LOLOS
PRESIDING
35
Pemikiran-Pemikiran Kritis Perempuan Bali dalam Karya Sastra Indonesia: Persfektif Gender
Dr. I G.A.A. Mas Triadnyani, S.S., M.Hum.
Universitas Udayana (FSB) 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
36
Citra Akhwat dalam Cerpen Indonesia Kontemporer 
Topik Mulyana, S.S., M.Hum.
Telkom University
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
37
Peranan Sastra Indonesia dalam Membangun Keragaman Budaya: Perspektif Sejarah 
WildaFizriyani
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FITK/ PBSI) 
wfizriyani@yahoo.com/ 0896-3574-1592
LOLOS
PRESIDING
38
Representasi Ideologi Gender dalam Novel  Indonesia: Telaah atas Novel Era Reformasi 
Yulianeta
Universitas Pendidiksan Indonesia
LOLOS
PRESIDING
39
Memperkaya Bahasa dan Sastra Indonesia dengan Memperkenalkan Terminologi Sekitar Candi dan Narasi Jawa Kuna 
Dr. Hartini, M. Hum.
Universitas Sebelas Maret Surakarta
LOLOS
PRESIDING
40
Pergeseran Nila iBudaya Minangkabau dalam Novel dari Surau ke Gereja Karya Helmidjas Hendradan Novel Presiden karya Wisran Hadi (Tinjauan Sastra Bandingan)
 Nori Anggraini
Universitas Muhammadiyah Tangerang
 -
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
41
Warna Lokal dalam Novel Kasongan Karya Satmoko Budi Santoso dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. 
Seli  Mauludani
Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FITK-PBSI)
mauludaniseli@gmail.com 
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
42
Perubahan Ideologi Kepriyayian Jawa: dariTradisionalke Modern dalam Novel Para Priyayidan Jalan Menikung Karya Umar Kayam
Permadi Hendra Lesmana, S.Pd.
Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FITK-PBSI)
Permadi.hendralesmana@
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
43
Sastra Sejarah Kontemporer dalam Studi Kesejarahan
Enung Nurhayati, M.A.
Universitas Brunei Darussalam
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
44
Peran Novel-Novel Indonesia Warna Lokal dalam Upaya Membangun Keragaman Budaya
Iswadi Bahardur, M.Pd.
STKIP PGRI Sumatera Barat
likuarungi@yahoo.com/ 0852-7425-4016
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
45
Keragaman Budaya dalam Sastra Memanusiakan Peserta Didik dalam Era Indonesia Modern
Zulfitriyani, S.S.,M.Pd.
STKIP PGRI Sumatera Barat
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
46
Oedipus Vs Sangkuriang
Ridzky F.F.F.S.H. Haas 
 -
LOLOS
PRESIDING
47
Adaptasi Genre Epik “DayangRindu”, TradisiLisan Sumatra Selatan dan Peluang Revitalisasi
Dina Amalia Susamto
Badan Bahasa Pusat
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
48
Sastra Lisan sebagai Salah Satu Sumber Pembelajaran Identitas Diri
AlviPuspita
Universitas Lancang Kuning
Pekanbaru - Riau
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
49
Peran Sastra Indonesia dalam Membentuk Karakter Masyarakat Indonesia melalui Pendidikan
Bustanuddin Lubis, M.A.
Universitas Bengkulu (FKIP-PBSI)
bustanuddinlubis@yahoo.com
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING
50
Keragaman Budaya Dalam Karya Sastera Brunei Moden:  Pembicaraan Khusus Kepada Novel Dan Cerpen
Dr. Morsidi
Negara Brunei Darussalam
-
LOLOS
PRESIDING
51
Ketika Islam menjadi Minoritas Suara-Suara dari Negeri yang Jauh dan Identitas yang Bergejolak
Magdalena Baga
Universitas Negeri Gorontalo
facebook: Magdalena Tolangohula
LOLOS
PRESENTASI DAN PRESIDING


Daftar Laman

Share It

Mengenai Saya

Foto Saya

"Glasses Girl" dari kecil hingga sekarang, ceria, semangat, dan bersahabat :D

Sahabat Bloq

Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini

 

© 2013 Kepingan Hidup. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top